Lượt xem: 8
Langkah 1: Menyiapkan Rumah Jaring dan Rak
– Rumah jaring sebaiknya memiliki tinggi sekitar 3 m, lebar 4,5 m, dan panjang 8 m, meskipun dimensinya dapat bervariasi tergantung pada kondisi setempat.
– Struktur harus ditutup dengan terpal kedap air. Lapisan bagian dalam dapat menggunakan jaring anggrek atau kawat kasa untuk membantu mengatur suhu dan kelembapan. Sangat penting untuk memastikan ventilasi yang baik.

– Rak budidaya yang terbuat dari bambu atau besi sebaiknya memiliki 3-4 tingkat dengan jarak 0,5 m antar tingkat agar memudahkan perawatan dan panen.

Langkah 2: Menyiapkan Jerami Padi
– Pilih jerami segar yang bebas penyakit dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
– Pastikan jerami tidak terkontaminasi salinitas atau pestisida.
– Gunakan bal jerami dengan berat sekitar 14-16 kg atau tumpukan jerami lepas.

Langkah 3: Perendaman dan Perlakuan Jerami
– Siapkan bak perendaman jerami di dekat area pengomposan untuk kemudahan penggunaan.
– Gunakan terpal kedap air untuk membuat bak perendaman, dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi lokasi.
– Permukaan tanah di bawah bak harus rata dan bebas dari benda tajam yang dapat merobek lapisan pelindung.

– Siapkan air kapur: Isi bak dengan air hingga ketinggian sekitar 20 cm, kemudian tambahkan kapur. Aduk hingga merata dan gunakan kertas pH untuk menguji larutan (target pH 13-14). Biasanya, sekitar 5 kg kapur ditambahkan untuk setiap 1 meter kubik air.
– Setelah merendam jerami selama sekitar 10 menit, angkat dan tiriskan. Jerami akan berubah menjadi kuning cerah setelah perlakuan air kapur.

Langkah 4: Penumpukan dan Pembalikan
– Susun jerami secara berlapis, letakkan batang pisang di bagian tengah untuk aerasi, siram setiap lapisan, dan padatkan dengan diinjak agar lunak dan menyerap air (setiap lapisan harus setebal 20-30 cm). Selain itu, taburkan lapisan kapur untuk menghilangkan jamur pesaing. Singkirkan batang keras atau kotoran dari jerami yang telah disiram.
– Lanjutkan penyusunan lapisan hingga tumpukan kompos mencapai ukuran yang diinginkan. Gunakan setidaknya 1 ton jerami mentah untuk mendapatkan tumpukan berukuran sekitar tinggi 1,2-1,5 m, lebar 1,5 m, dan panjang 1,5 m. Keluarkan batang pisang dari tengah tumpukan untuk menciptakan saluran ventilasi. Pastikan tumpukan memiliki ventilasi yang baik dan tutup dengan terpal kedap air untuk menjaga kelembapan dan panas.

– Setelah 7 hari, lakukan pembalikan pertama dengan memindahkan bahan dari luar ke dalam. Tambahkan air jika kering dan padatkan tumpukan (jika terdapat kelebihan air, pemadatan tidak diperlukan). Tingkat kelembapan harus mencapai 70-75% dan suhu harus melebihi 70°C.
– Setelah 10 hari, lakukan pembalikan kedua. Setelah 17 hari proses inkubasi, jerami siap digunakan untuk menanam jamur.

Langkah 5: Menyiapkan Bibit Jamur
Jika menggunakan bibit berbahan sekam padi, pilih kantong dengan miselium putih yang merata dan beraroma harum. Bibit dipisahkan dan dicampur dengan ragi perangsang miselium sesuai rasio yang direkomendasikan.

Langkah 6: Menempatkan Jerami Kompos di Rak
– Pindahkan jerami yang telah dikomposkan ke rak di rumah budidaya, uraikan dan padatkan dengan kuat pada bedengan.
– Campurkan bibit jamur dengan ragi untuk merangsang pertumbuhan dan menambah nutrisi. Sebarkan campuran secara merata di permukaan dengan dosis 200 g/m2.

– Inkubasi miselium selama 3 hari. Pantau suhu dan kelembapan rumah jaring secara rutin untuk mengelola pengabutan dan ventilasi.
– Setelah 3 hari, aplikasikan pupuk vermikompos dengan dosis 2 kg/m2.

Langkah 7: Perawatan dan Penyiraman
– Selama masa inkubasi, penting untuk memantau suhu dan kelembapan rumah jaring.
– Suhu yang sesuai untuk tahap miselium adalah 15-40°C, dengan kelembapan dipertahankan pada 50-70%.
– Untuk tahap pembentukan tubuh buah, suhu harus 25-30°C dengan kelembapan antara 80-100%.
– Pada tahap ini, media tanam tidak memerlukan kelembapan berlebih. Jika suhu tinggi dan kelembapan rendah, disarankan melakukan pengabutan di rumah jaring.

– Setelah 7 hari, siram air dalam jumlah banyak untuk merangsang miselium membentuk tubuh buah. Kombinasikan penyiraman dengan paparan cahaya selama 12 jam untuk mendorong pembentukan primordia secara serempak.
– Selain itu, sodium acetate 0,05% (1 L/m2) dapat ditambahkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik.

Langkah 8: Panen
– Panen jamur merang pada tahap “telur”. Panen sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari (05.00-06.00) dan sore hari (17.00-18.00), untuk memastikan kualitas, produktivitas, dan harga jual yang optimal.
– Umumnya terdapat 2 kali panen. Panen pertama berlangsung selama 4 hari. Selanjutnya, lakukan perawatan selama sekitar 5-6 hari hingga flush kedua muncul. Panen kedua akan berlangsung sekitar 3 hari.

Langkah 9: Membersihkan Rumah Jaring
– Setelah panen, media tanam dapat dikomposkan menjadi pupuk organik.
– Buka terpal untuk memberikan ventilasi pada rumah jaring dan gunakan kapur untuk mendisinfeksi permukaan. Biarkan lahan bera setidaknya selama 1 bulan sebelum menanam siklus berikutnya.

Garis Besar Kursus
Garis Besar Kursus
English
ភាសាខ្មែរ
Filipino
ພາສາລາວ