Dari September hingga Oktober 2026, proyek CABIN telah mendukung rangkaian Training of Trainers (ToT) yang mempertemukan 740 peserta dari 284 komune di enam provinsi Delta Mekong, membekali mereka dengan alat digital untuk membantu memperluas produksi padi berkualitas tinggi dan beremisi rendah.

Target Ambisius yang Membutuhkan Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Data

Delta Mekong telah mendaftarkan sekitar 860.000 hektare untuk program unggulan Vietnam, Pembangunan Berkelanjutan Satu Juta Hektare Produksi Padi Berkualitas Tinggi dan Beremisi Rendah pada tahun 2030. Ini telah mewakili 86% dari target nasional, sebuah sinyal kuat komitmen dari pemerintah daerah dan petani.

Namun, pendaftaran lahan hanyalah langkah pertama. Mengubah komitmen tersebut menjadi hasil nyata di lapangan memerlukan sumber daya manusia yang terlatih dengan baik, teknologi yang praktis, data yang andal, dan sistem produksi yang terkoordinasi dengan baik.

Rangkaian Training of Trainers yang Terkoordinasi

Untuk memenuhi kebutuhan ini, proyek CABIN mendukung serangkaian pelatihan ToT yang dilaksanakan bersama oleh International Rice Research Institute (IRRI), otoritas pertanian provinsi, dan Vietnam Rice Industry Association.

Program ini menjangkau 740 peserta pelatihan dari 284 komune di enam provinsi, yang secara bersama-sama mencakup seluruh 860.000 hektare yang telah terdaftar. Para pelatih utama ini akan menjadi tulang punggung jaringan penyuluhan regional, membawa pengetahuan dan alat dari ruang pelatihan ke koperasi dan lahan petani.

Dua Alat Digital untuk Produksi Padi yang Presisi dan Transparan

Rice Crop Manager (RCM): Pupuk yang Tepat untuk Setiap Lahan

Peserta menerima pelatihan praktik langsung menggunakan Rice Crop Manager (RCM), sebuah alat pendukung keputusan yang menghasilkan rekomendasi hara yang disesuaikan dengan kondisi budidaya yang spesifik. RCM membantu mengubah pengelolaan pupuk dari pendekatan umum yang seragam untuk semua kondisi menjadi rekomendasi yang spesifik untuk setiap lahan. Hasilnya adalah penggunaan pupuk yang lebih efisien, biaya input yang lebih rendah, dan limbah yang lebih sedikit, yang juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

ViRiCert: Melacak Kepatuhan dan Membangun Kepercayaan

Selain RCM, para peserta pelatihan diperkenalkan dengan ViRiCert, sebuah platform digital yang dipromosikan oleh Vietnam Rice Industry Association. ViRiCert memungkinkan petugas penyuluh, koperasi, dan produsen untuk mencatat, memantau, dan menilai seberapa dekat praktik pertanian mengikuti protokol teknis Program Satu Juta Hektare.

Data lapangan dan bukti yang dikumpulkan melalui ViRiCert membantu mengidentifikasi apa yang telah dilakukan dengan baik, menyoroti area yang perlu diperbaiki, dan menyediakan dasar yang kredibel untuk evaluasi. Seiring waktu, data ini juga dapat mendukung penilaian untuk label “Vietnamese Green Rice – Low Emission”, yang menghubungkan produksi dengan meningkatnya tuntutan pasar akan transparansi dan ketertelusuran produk.

Dari Skala ke Kualitas

Dengan 860.000 hektare yang telah terdaftar, tantangan berikutnya sudah jelas: mengubah skala menjadi kualitas yang konsisten dan terukur. Jaringan pelatih utama akan memainkan peran sentral dengan:

  • Melatih staf penyuluh lokal, koperasi, dan petani di komunitas mereka sendiri;
  • Mendukung penggunaan sehari-hari alat digital seperti RCM dan ViRiCert;
  • Mengumpulkan umpan balik dari lapangan dan membantu menyempurnakan rekomendasi teknis.

Melalui siklus pelatihan, penerapan, dan umpan balik ini, kualitas dan hasil produksi dapat menjadi lebih transparan di seluruh wilayah.

Teknologi sebagai Cara Mengelola Produksi

Bagi Delta Mekong, teknologi harus lebih dari sekadar perangkat lunak. Teknologi perlu menjadi bagian integral dari cara produksi padi dikelola. Ketika RCM memandu keputusan terkait hara, ViRiCert mendukung pemantauan kepatuhan, dan para pelatih utama bertindak sebagai jembatan transfer pengetahuan, maka 860.000 hektare lahan terdaftar di kawasan ini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk produksi padi berkualitas tinggi dan beremisi rendah: selaras dalam arah, namun tetap adaptif terhadap kondisi lokal.

Hal ini menandai pergeseran penting dari pelatihan yang bersifat satu kali menjadi tata kelola berbasis data, sekaligus meletakkan dasar untuk memperluas produksi padi berkelanjutan di seluruh Delta Mekong.